Pages

Sabtu, 27 April 2019

Karena nggak paham Bahasa Arab




Seperti umumnya kegiatan di pondok2 pesantren selepas salat subuh adalah kegiatan setoran hafalan al-Quran santri. Suasana di masjid bak suara lebah yang mengerumuni sarangnya.

Di tengah asyiknya menyimak lantunan merdu bocah "balita" (Bawah Limabelas Tahun) itu, tiba-tiba fokus saya terusik sambil tercengang. Anak dengan inisial UW itu tanpa sadar ia membaca salah satu ayat di akhir Surat 54/al-Qomar dengan bacaan,

"إِنَّ المُجْرمِيْنَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ"

Ya, dengan mantap ia membaca ayat di atas dengan bacaan demikian. Secara etimologi bacaan tersebut tak sekadar SALAH, tapi juga FATAL. Saya juga yakin pasti teman2 yang sudah pernah belajar Bahasa Arab meskipun masih dasar, turut heran, atau bahkan ritme jantungnya pun meninggi karena sambil merenungi arti dari bacaan tersebut. "Emang apa sih, artinya..?", Silakan tanyakan jawabannya pada guru bahasa Arab kalian..hehe, ini bukan iseng ya teman2.. hanya motivasi agar kalian semangat belajar Bahasa Arab.. Adapun bacaan yang tepat silakan teman2 sekalian bisa membuka ayat tersebut dan terjemahnya.

Pelajaran penting yang bisa kita simpulkan dari kasus di atas adalah pentingnya memahami Bahasa Arab. Selain kemampuan berbahasa Arab yang dimiliki seseorang bisa membantu untuk memahami al-Quran dan Hadis dengan baik, juga dapat menghindarkan dari kesalahan-kesalahan dalam membaca al-Quran, terkhusus ketika membacanya dengan hafalan. Karena Bahasa al-Quran merupakan Bahasa Arab yang fasih. Sehingga orang yang memiliki kemampuan dasar dalam Bahasa Arab, setidaknya ia akan bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan kaidah nahwiyah, seperti kata yang seharusnya fathah, kasroh, dhommah, atau sukun. Juga kesalahan-kesalahan dalam kosa kata seperti kasus di atas. Tentunya ketika ia membacanya dengan tadabbur.

Bahasa Arab memiliki posisi yang tinggi dalam agama Islam. Bagaimana tidak, sedangkan al-Quran yang itu merupakan pedoman hidup seorang muslim diturunkan dengan Bahasa Arab. Nabi yang di utus untuk umat islam, juga berbicara dengan Bahasa Arab. Lantas bagaimana bisa seorang muslim memahami al-Quran dengan baik, memahami hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sesuai dengan benar, tanpa memahami Bahasa Arab?

Berikut kami nukilkan dari ucapan-ucapan para ulama tentang manfaat dan pentingnya mempelajari ilmu Nahwu/Bahasa Arab:

1. Sahabat Umar bin Khottob pernah mengatakan, 
"تعلَّموا العربيةَ؛ فإنَّها من دينِكم"
"Pelajarilah Bahasa Arab, karena Bahasa Arab termasuk agama kalian.."


2. Imam Syafi'i mengatakan, 
"من نظر في النَّحو، رقَّ طبعُه"
"Siapa yang mempelajari ilmu Nahwu, akan lembut perangainya"

3. Imam Ahmad bin Abdil Halim al-Harrani mengatakan:
"اعلم أنَّ اعتياد اللغةِ يؤثر في العقلِ والخلقِ والدِّينِ تأثيرًا قويًّا بينًا، ويؤثر أيضًا في مشابهةِ صدرِ هذه الأمَّةِ من الصَّحابةِ والتابعين، ومشابهتهم تزيد العقلَ والدينَ والخلقَ"

"Ketahuilah, bahwa terbiasa dengan berbahasa Arab, akan memberikan pengaruh positif yang sangat kuat pada akal, moral, dan agama. Dan juga akan memberikan pengaruh dalam keserupaan dengan generasi awal umat ini dari kalangan para sahabat dan tabi'in. Sedangkan keserupaan dengan mereka akan menambah kualitas akal, agama, dan etika."

Dan masih banyak lagi, motivasi-motivasi serupa dari para ulama tentang pentingnya mempelajari Bahasa Arab. Sekian, semoga bermanfaat.. ~®~


Teruslah belajar Bahasa Arab, dan yakinlah tidak ada kata terlambat, karena terlambat itu Bahasa Indonesia..^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar