Pages

Jumat, 04 Oktober 2019

Menghadap Khotib saat Khutbah


Diantara sunnah yang nyaris terlupakan oleh kaum muslimin saat ini adalah sunnah menghadap Khotib saat khutbah. Padahal amalan tersebut adalah amalan yang dilakukan oleh para sahabat. Dimana kebiasaan para sahabat saat mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah adalah mereka serius mendengarkannya dengan menghadap kepada beliau.


Hal itu bisa kita ketahui dari hadits-hadits yang menjelaskan tentang anjuran tersebut. Kita sebutkan disini diantaranya:

 عن مطیع بن الحكم - رضي الله عنه - أن النبي صلى الله عيه وسلم: كان إذا صعد المنبر، أقبلنا بوجوهنا إليه) صحيح، الصحيحة برقم (2080)

Dari sahabat Muthi' bin Hakam beliau mengatakan, "Dahulu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam naik mimbar maka mengarahkan wajah-wajah kami kepadanya." (Disahihkan Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah: 2080)

Imam al-Albani (muhaddits abad ini) mengatakan ketika mengomentari hadis di atas, "Menghadap Khotib saat khutbah, adalah sunnah yang kian terasing"

 عن عبدالله بن مسعود: كان رسولُ اللهِ ﷺ إذا استوى على المنبرِ، استَقْبَلْناه بوجوهِنا.
 صحيح الترمذي ٥٠٩

Juga dari sahabat Abdullah bin Mas'ud beliau mengatakan, "Dahulu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah naik ke atas mimbar, maka kami hadapkan wajah-wajah kami kepadanya." (Hadis disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Tirmidzi: 509)

- Imam asy-Sya'bi (tabi'in) mengatakan, "Termasuk perkara sunnah adalah menghadap imam di hari Jumat"

- Diriwayatkan pula dari al-Atsram (Hambali) beliau mengatakan, aku bertanya kepada Imam Ahmad, "Ketika Imam/Khotib berada jauh di sebelah kananku kemudian ketika aku ingin menghadap kepadanya, apakah aku palingkan wajahku dari kiblat?"
Kata Imam Ahmad, "Iya kamu palingkan wajahmu kepadanya"

- Imam al-Baihaqi beliau menulis sebuah Bab dalam sunannya, "Bab manusia mengarahkan wajahnya ke arah imam untuk mendengarkan khutbah" kemudian beliau menyebutkan atsar dari Yahya bin Sa'id al-Anshari beliau mengatakan, "Merupakan sunnah ketika imam telah duduk di atas mimbar, adalah seluruh jamaah menghadapkan wajah-wajah mereka ke arah imam."

- Imam Ibnu Abdil Barr (Imam madzhab Maliki) mengatakan, "Yang disunnahkan di sisi madzhab kami, adalah manusia menghadap Imam/Khotib ketika hendak khutbah Jum'at. Hal itu berlaku bagi mereka yang posisinya mengarah ke kiblat atau selainnya."

- Ibnu Qudamah (Hambali) mengatakan, "Disunnahkan bagi manusia untuk menghadap Khotib ketika khutbah, Ibnul Mundzir mengatakan, "Amalan ini seakan-akan adalah Ijma."

- al-Hafidz Ibnu Hajar (Syafi'i) mengatakan, "Dan diantara hikmah menghadap imam (saat khutbah) adalah agar lebih siap untuk mendengarkan khutbah, juga menjaga adab kepada imam dalam mendengarkan khutbahnya. Karena apabila ia menghadapkan wajah dan tubuhnya, serta konsentrasi pikirannya, maka hal itu lebih mudah untuk memahami nasehatnya. Juga sejalan dengan tujuan disyariatkannya berdiri bagi Khotib."

Beliau juga mengatakan, yang maknanya, "Apabila menghadapkan wajah kepada seseorang yang mengajarkan ilmu itu dituntut, maka saat khutbah tentunya lebih ditekankan lagi. Karena adanya perintah untuk konsentrasi serta diam ketika mendengarkan khutbah."
(Fathul bari: 2/402)

Jika kita merenungi ucapan Ibnu Hajar di atas, memang hal itu terbukti seperti apa yang kita alami. Dimana Sunnah tersebut akan lebih membangkitkan semangat kita saat mendengarkan khutbah. Serta tidak mudah terasa kantuk dan bosan. Bahkan sebaliknya, ketika mendengarkan khutbah dengan tanpa mengarahkan wajah kita kepada Khotib, hal itu lebih mudah untuk kita bosan, bahkan tertidur tanpa kita sadari.

Dari uraian di atas kita bisa menyimpulkan beberapa poin manfaat menghadap Khotib ketika khutbah:
  1. Meneladani Sunnah. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa perkara ini adalah sunnah yang dilakukan oleh para sahabat ketika mendengarkan khutbah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan itu merupakan motivasi mendasar dalam kita mengerjakan sebuah amalan.
  2. Beradab dalam mendengarkan sebuah nasehat. Merupakan perkara yang aneh, ketika ada seseorang yang memberikan sebuah nasehat kemudian si pendengar tidak menghadap kepadanya. Bahkan hal itu menyelisihi adab dalam mendengarkan sebuah nasehat. Banyak kita dapati dalil tentang betapa pentingnya momen khutbah Jum'at, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada umatnya untuk diam dan konsentrasi dalam mendengarkannya. Hingga melarang berbuat lalai. Sampaipun hanya sekedar menegur orang yang berbicara di sampingnya.
  3. Lebih mudah untuk konsentrasi. Dan hal itulah yang dituntut dalam menghadiri khutbah Jum'at. 
  4. Tidak mudah tertidur. Sangat berbeda dengan orang yang mendengarkan khutbah namun tidak menghadap kepada Khotib. Padahal khutbah Jum'at momen besar bagi kaum muslimin. Hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan agar tidak berbuat sia-sia. Bahkan dalam sebuah riwayat sahih disebutkan, "Siapa yang mengusap kerikil maka ia telah berbuat sia-sia." Jika hanya mengusap kerikil saja dihukumi sia-sia, lantas bagaimana dengan orang yang tertidur hingga tidak bisa memahami kalimat yang disampaikan oleh Khotib.


Sekian, semoga bermanfaat... ~R~

Sesaat menjelang salat Jumat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar